Senin, 30 Juni 2014

Gals! Vol. 4 - Mihona Fujii




Judul buku: Gals! Vol. 4
Penulis: Mihona Fujii
Penerjemah: Lidwina Leung
Penerbit: PT Gramedia Majalah (M&C)
Cetakan: ke-1, 2004
Jumlah halaman: -
ISBN: -
"Tak ada yang lebih menyenangkan selain hanging-out sama teman, nggosipin cowok keren, dan shopping! begitu kata Kotobuki Ran, gadis SMU Hounan, Tokyo, yang penuh Energi.
Selamat datang masa remaja yang lebih ceria!

* * *
 Pertama kali saya membaca komik ini sekitar kelas 5 atau 6. Waktu itu, saya Lmembelinya karena. . . dendam. Um, saya pernah memegang komik dengan gambar nyerupai komik ini - tapi saya tidak tahu itu komik ini atau bukan - milik sepupu. Belum sempat saya melihat judulnya, komik itu langsung ditarik dari tangan saya. Katanya, "belum cukup umur." Begitu melihat komik dengan gambar penuh detail seperti komik itu, saya langsung membelinya karena saya pikir, walaupun komiknya berbeda, mungkin isinya tidak akan beda jauh kalau masalah "umur". Dan, setelah saya membacanya, saya semakin tidak mengerti yang dimaksud dengan "belum cukup umur".
Cerita dibuka dengan perayaan tahun baru. Ran mendapat Lucky Bag. Salah satu isinya adalah snowboard. Ran dan teman-temannya pun merencakan snowboarding, tapi Aya tidak yakin apakah pacarnya, Otohata Rei, bisa ikut atau tidak. Lalu, di tempat snowboarding, Yuuya sempat galau karena selalu dijadikan nomor 2. Yuuya menyukai Ran yang sudah pacar.
Ada juga masalah Miyu yang ingin cepat-cepat mandiri. Miyu bisa dibilang broken home. Miyu ingin melakukan kerja sambilan, tapi sulit bagi gals untuk mendapat pekerjaan. Selain masih di bawah umur, orang-orang juga tidak mau menerima mereka karena rambut mereka bercat pirang.
Lain lagi dengan Aya, dia bingung akan masuk kelas khusus atau tidak. Dia tidak ingin berpisah dengan teman-temannya. Di sisi lain, orangtua dan guru menaruh harapan besar padanya.
Di volume ini, ada edisi spesial Inspektur Junior Menegakkan Keadilan. Inspektur Junior yang dimaksud adalah Sayo, adik Ran, dan Masato, pacar Sayo. Sayo ingin sahabatnya, Yukari, kembali sekolah. Saya tidak tahu masalah apa yang dihadapi Yukari. Ternyata Yukari pernah mengalami pelecehan seksual oleh gurunya.
Semua cerita Ran dkk menyambung sehingga dalam satu waktu setiap individu mempunyai masalah masing-masing, tetapi saling dukung. Tokoh utama dalam komik ini adalah Kotobuki Ran, tetapi Ran sendiri tidak menganggap masalahnya terlalu penting dan perannya selalu sebagai seksi pendukung.
Masalah Ran adalah terancam tidak naik kelas. Masalah seperti itu tetap dianggap enteng. Ran sangat suka main-main. Walaupun begitu, dia bisa juga bersikap bijaksana (tapi jangan membayangkan Ran memecahkan masalah sambil duduk diam dengan ekspresi tenang).

Untuk ukuran komik, buku ini padat isi. Saya menemukan banyak hal yang bisa ditiru dari para gal. Kesetiakawanan, kejujuran, keberanian, keyakinan. Mungkin hal yang tidak perlu ditiru adalah gaya berpakaian mereka, yang masih akan sangat menarik perhatian di Indonesia. 

Meskipun mereka senang main-main, mereka tidak terbawa arus yang menyesatkan. Mereka tidak terjerumus ke pergaulan bebas. Mereka juga masih dekat dengan keluarga. Keluarga Ran lumayan sering muncul dalam komik ini. Mereka juga tidak saling mempengaruhi dalam hal buruk. Contohnya, Aya tetap berprestasi walaupun mempunyai teman seperti Ran yang tidak mau belajar.

Saya sudah beberapa kali membaca komik ini, tapi saya baru menemukan beberapa hal aneh. Mungkin tidak aneh kalau yang mengucapkan tokoh-tokoh seperti gals, tapi kalau saya menemukan hal semacam itu di komik lain, Detektif Conan misalnya, mungkin akan sangat aneh. Hal-hal aneh itu di antaranya penggunaan kata "duit", "mah", "euy", dan "ogah". Karena diucapkan oleh gals yang memang kadang sembrono, saya merasa biasa saja. 

Hal aneh lainnya adalah ketika saya menemukan NAHCO3. Ini sih saya yang aneh. Berkali-kali baca, bahkan saat SMA, saya masih membacanya Nah-Co-Ti-Ga, padahal seharus N-A-H-C-O-Ti-Ga, natrium hidrogen karbonat *padahal di halaman selanjutnya disebutkan nama senyawa ini*. Karena semua huruf dalam percakapan komik ini huruf kapital, saya jadi membacanya demikian. 

Well, ini komik pertama yang benar-benar saya sukai selain Doraemon dan Detektif Conan. Tapi, saya tidak mengikuti seri ini. Waktu itu, saya belum kepikiran mengoleksi serial apa pun. Saya juga hanya membeli komik kalau diajak ke toko buku. Jadi, saya tidak tahu apakah volume selanjutnya sudah terbit atau belum. Waktu saya melihat volume 10 sudah terbit, UN tinggal menghitung hari jadi saya tidak membelinya.

Saking sayangnya dengan komik ini, saya menyampulnya dengan sampul plastik bermotif apel. Tapi, sampul ini sudah robek di beberapa bagian. Bukan sampul plastik betulan sih. Plastik ini sisa membungkus parcel. :P 

Karena ini salah satu komik favorit saya, saya memberikan 5 Happy. ^^ 

 



 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar