Sabtu, 24 Mei 2014

Song of Will - Jason Abdul

 
 
 - Kehendak -

Judul buku: Song of Will
Pengarang: Jason Abdul
Penerbit: Moka Media
Cetakan: ke-1, 2014
Jumlah halaman: 258
ISBN: 9797958159

"Akan kuberitahu siapa yang kusukai."

William, harus melawan kesedihan setelah kepergian sahabatnya ke Swiss.
Laura, berpikir kecantikannya bisa memberi segala yang tak bisa diberikan keluarganya yang hidup sederhana.
Evan, berjuang melupakan masa lalu yang kelam saat hidup di jalanan.
Nana, belajar mengambil keputusan sulit untuk menyatukan kembali keluarganya yang berantakan.

Empat remaja yang berusaha memahami diri sendiri serta arti mencintai keluarga.
Keempat-empatnya punya topeng yang ingin mereka lepaskan.
Keempat-empatnya punya rahasia yang ingin mereka bagi.

Sebab semua orang punya masa lalu. Dan mimpi

 * * *

Setiap orang memiliki rahasia. Setiap orang memiliki masa lalu. Setiap orang memiliki ketakutan. Inilah yang disampaikan Song of Will. Semua tokoh memiliki rahasia, baik yang terhubung dengan masa lalu, atau tidak. Perlu kekuatan besar untuk memendam semua hal sendiri, tapi perlu lebih banyak kekuatan untuk menuangkan rahasia kepada orang lain. 

"Tentu saja. Hati punya kapitas, butuh wadah saat dia terlalu penuh. Dan hati nggak akan penuh kalau berbagi dengan orang lain." Will to Nana

Semua tokoh dalam novel ini memiliki rahasia dan ketakutan masing-masing.
Will, yang mencoba bangkit setelah kepergian sahabatnya dan harus mendekatkan diri pada papanya karena mamanya pun pergi untuk melanjutkan studi.
Evil, yang dihantui mimpi buruk akibat perbuatannya di masa lalu.
Laura, yang ingin menjadi bagian dari kaum sosialita.
Nana, yang selalu berusaha menjadi anak baik dan ingin memiliki keluarga normal. 
Di usia remaja, keempatnya sudah harus "menikmati" berbagai irama kehidupan. Proses pendewasaan mereka diwarnai kisah keluarga, cinta, dan penerimaan.

Bagi saya, ide cerita novel ini sudah menarik. Sayangnya, novel ini terkesan buru-buru. Untuk novel yang memiliki empat tokoh dengan masalah masing-masing dan  setiap masalah kurang biasa, novel ini kurang mendalam. Sampai lebih dari setengah novel ini saya baca, saya masih bertanya-tanya mau dibawa ke mana cerita novel ini. Lalu, ketika akhirnya saya sudah menemukan arah, tahu-tahu masalah selesai satu persatu. Plus-nya adalah jangan coba-coba menebak ending.

Karena saya bingung dalam membuat sinopsis novel ini, izinkan saya menjelaskan hubungan antartokoh.
Will memiliki sahabat bernama Ben. Ben pindah ke Swiss karena mengikuti orangtuanya. 
Setelah kepergian Ben, datanglah Evan alias Evil. Evil sebenarnya kakak kelas yang berbeda dua tahun dengan Will. Evil hidup di jalanan selama dua tahun sampai akhirnya mencapai titik balik kehidupan. Semula saya pikir Will dan Evil bermusuhan dari reaksi Will ketika wali kelas membawa Evil ke kelas Will dan memperkenalkan Evil sebagai murid baru. Ternyata justru sebaliknya.
Laura adalah sahabat Will sejak kecil, sejak bayi bahkan. Dia sempat iri pada Nana.
Nana berkenalan dengan Will secara tidak sengaja. Adegan pertama mereka bertemu seperti adegan klasik di film-film: bertabrakan. Tapi, saat itu mereka tidak berkenalan. Mereka berkenalan karena Nana terjatuh di depan kelas Will. Will, yang sedang bosan, menjadikan Nana sebagai alasan untuk keluar kelas. Will beralasan mau mengantar Nana ke UKS. Nana dan Will kemudian disatukan dalam kepanitiaan pensi. 
Kalau mereka di dunia nyata, mungkin saya akan mengatakan pertemuan mereka berempat adalah takdir. Mereka memiliki nasib yang serupa walau tak sama. Mereka juga sama-sama pandai bernyanyi walaupun saya pikir tidak ada hubungannya dengan judul karena kedekatan mereka bukan karena mereka membentuk grup vokal atau semacamnya.

Judul buku ini adalah Song of Will. Saya mengira akan menemukan banyak hal terkait musik. Nyatanya, porsi musik hanya sedikit. Passion Will terhadap musik pun tidak terlalu menonjol. Saya mengira-ngira "Song" hanya ungkapan, semacam konotasi. "Will" bisa berarti William si tokoh utama, atau will dalam bahasa Inggris yang artinya kehendak karena para tokoh memiliki own will.

Novel ini ditulis oleh seorang editor dan saya yakin sudah melalui proses editing. Tapi, saya menemukan cukup banyak kesalahan pengetikan dan kalimat rancu. Semoga cetakan selanjutnya lebih baik.

Novel ini recommended untuk mereka yang sedang mencari jati diri, untuk orangtua agar mempertimbangkan setiap keputusan dan aksi, dan untuk setiap orang yang ingin lebih menghargai kehidupannya.

Quotes:
"Orangtua melakukan kesalahan tapi orangtua juga manusia. Kita nggak bisa memaksa mereka memberi lebih banyak dari apa yang mereka punya dalam diri mereka." Will to Nana
"Semenjak papamu pergi, hanya ada kita. Bagi Mama, anak-anak mama adalah segalanya. Mama nggak akan tega biarkan kalian nggak makan. Mama nggak akan tega biarkan kalian nggak sekolah. Cuma kalian yang Mama punya." Mama Laura to Laura
"Kalau nggak ingat kalian, siapa yang menunggu Mama di rumah, pasti ini akan sangat membosankan, tapi cinta Mama ke kalian nggak mungkin dikalahkan bakteri." - Mama Will to family

Rating:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar