Minggu, 20 April 2014

Spring in London - Ilana Tan



- Trusting -



Judul buku: Spring in London
Pengarang: Ilana Tan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: ke-16, Mei 2013
Jumlah halaman: 240
ISBN: 9789792253764

Tidak ada salahnya berteman, bukan? - Naomi


Menjadi sutradara adalah impian Danny Jo. Kesempatan itu datang dengan tawaran Bobby Shin untuk membantunya menjadi asisten sutradara dalam salah satu pembuatan music video (mv) di London. Sahabat Danny Jo, Jung Tae-Woo juga meminta Danny Jo untuk membintangi mv-nya karena sama-sama disutradarai Bobby Shin dan dilakukan di London.


Pada pembuatan mv Jung Tae-Woo, Danny Jo dipasangkan dengan model Naomi Ishida. Sejak pertama bertemu, Naomi sudah menunjukkan sikap negatif kepada Danny Jo. Naomi seolah takut terhadap lawan mainnya itu. Naomi memiliki sebuah rahasia yang membuatnya menghindari Danny Jo. Danny Jo, yang tidak tahu apa pun, berusaha bersikap baik terhadap Naomi. Ia tidak ingin meninggalkan kesan buruk pada siapa pun.


Ketika Naomi sudah membuka dirinya terhadap Danny, sebuah pertemuan tak terduga menguak rahasia Naomi. Pertemuan itu tak hanya bisa menghancurkan hubungan Danny dan Naomi, tetapi juga orang-orang yang mereka sayangi.



* * *



Tidak ada yang sempurna di dunia ini. Mungkin ungkapan itu tepat untuk menggambarkan novel ini. Izinkan saya mengungkapkan hal-hal negatif sebelum berlanjut ke hal-hal positif mengenai novel ini.


Seperti yang tertera di atas, saya membeli novel cetakan ke-16. Angka yang cukup besar. Sangat di luar dugaan saya menemukan beberapa kesalahan teknis. Seperti kata "disusul", saya lupa halaman berapa, ditulis dua kali berderet, menjadi "disusul disusul". Ada juga percakapan antara Danny dan Naomi, tetapi tiba-tiba nama Chris yang muncul padahal seharusnya kalimat itu diucapkan Naomi. Untungnya typo semacam itu tidak banyak, masih bisa dihitung dengan jari satu tangan.


Hal yang agak sedikit menganggu lainnya adalah saya mendapat buku dengan cetakan sedikit miring. Sedikit kok. Mungkin saya sedang kurang beruntung. Semoga buku lain tidak demikian.

Lalu, entah ini hal negatif atau bukan, menurut saya, Danny terlalu sempurna. Baik, ramah, tampan, seorang model. Hanya menjelang akhir Danny sedikit emosional. Selebihnya, Danny mampu membuat temperamen siapa pun langsung turun dengan melihatnya saja.


Omong-omong, Danny digambarkan sebagai orang yang tampan *namanya juga model*. Saya membayangkannya sebagai Kim Hyun Joong. Mungkin ini karena belum lama ini saya melihat foto Kim Hyun Joong yang gayanya seperti gaya Danny dalam pikiran saya.




Kalau Naomi cewek biasa, dia juga pasti bisa langsung terpesona dengan Kim Hyun Joong, eh Danny Jo. Hmmm. Kesempurnaan Danny mungkin satu-satunya hal yang saya tidak suka sekaligus tidak bisa membuat saya sebal. ^^v



Saya tidak mengerti charm apa yang dimiliki Ilana Tan. Sejak awal, pikiran divergen saya sudah dapat mengira alasan Naomi menghindari Danny. Tapi, saya sama sekali tidak bosan. Saya merasa Ilana Tan lebih membuat saya tertarik dengan bagaimana hubungan Danny dan Naomi bisa akur sampai mereka jatuh cinta. Barulah setelah mereka jatuh cinta dan belum mengakui perasaan masing-masing, saya dibuat penasaran bagaimana rahasia Naomi terbongkar.


Berbeda dengan "kesukaan" saya pada Danny, saya menyukai Naomi. Naomi cukup nyata. Naomi bisa memainkan peran seseorang yang ingin menutupi kegelisahan tetapi tidak bisa. Naomi tidak dibuat sebagai seseorang yang pandai memanipulasi. Rasanya saya seperti menonton film Jepang karena sebagian besar tokoh di film Jepang yang pernah saya tonton, memiliki sikap seperti Naomi: tidak meluap-luap. Naomi terbayangkan sebagai Yui Aragaki walau saya akui Yui Aragaki tidak terlalu seperti boneka, tapi dia cukup manis.






Tapi, sejujurnya saya tidak bisa membayangkan Keiko, saudara kembar Naomi, di Winter in Tokyo sebagai Yui Aragaki.



Cara penulis menyampaikan cerita sama sekali tidak membosankan. Ceritanya tidak berat, tetapi bisa membuat pembaca membuat beragam dugaan mengenai sikap Naomi terhadap Danny.


Hal yang tidak kalah penting adalah penulis juga menyajikan novel ini dengan cara "sopan" untuk ukuran Metropop. If-you-know-what-I-mean.

Pesan yang saya tangkap dari novel ini adalah. . .
Kalau saya memberikan pesannya, berarti saya menebar spoiler. Hehe.

3 HAPPYness untuk novel ini.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar