Kamis, 27 Maret 2014

The Bluest Eye - Toni Morrison






Hari yang melelahkan. Entah lelah karena apa. :P
Tapi, harus tetap posbar Oprah's Book Club.

- Little Eyes -


Judul buku: The Bluest Eye
Penulis:Toni Morrison
Penerbit: Plume
Cetakan: ke-1, April 2000
Jumlah halaman: 216
ISBN: 9780452282193



The Bluest Eye is Toni Morrison's first novel, a book heralded for its richness of language and boldness of vision. Set in the author's girlhood hometown of Lorain, Ohio, it tells the story of black, eleven-year-old Pecola Breedlove. Pecola prays for her eyes to turn blue so that she will be as beautiful and beloved as all the blond, blue-eyed children in America. In the autumn of 1941, the year the marigolds in the Breedlove's garden do not blom, Pecola's life does change--in painful, devastating ways.

With it's vivid evocation of the fear and loneliness at the heart of a child's yearning, and the tragedy of its fulfillment, The Bluest Eye remains one of Toni Morrison's most powerful, unforgettable novels--and a significant work of American fiction.
 
  * * *
Ini salah satu WW yang terkabul. :D

Ketika membaca bagian awal buku ini, saya sempat bingung siapa tokoh utama karena sinopsis menceritakan mengenai Pecola, tetapi buku ini bersudut pandang Claudia. Barulah otak saya tersambung. Pecola tinggal di rumah keluarga Claudia. Claudia adalah anak berumur 9 tahun (kalau tidak salah).

Berlatar belakang zaman yang belum semodern sekarang, buku ini berhasil membuat saya tidak sedang berada di masa lalu atau seperti membaca buku sejarah. Saya merasa di negeri lain yang belum modern. 

Pada bagian pembuka, sudah ada wanti-wanti bahwa buku ini ditulis dengan cara yang membuat sulit dinilai. Ejaan atau tata bahasa yang mungkin salah dalam buku ini adalah disengaja, terutama bagian dialog, karena seperti itulah cara penyampaian cerita oleh tokoh. Bahkan dalam sudut pandang seorang anak kecil, saya merasa tidak sedang membaca buku anak. Pikiran anak kecil bisa lebih luas daripada yang dibayangkan orang dewasa. Sebagai mantan anak kecil, saya membenarkan hal tersebut.

Walau katanya sulit dinilai, saya ingin memberi nilai novel ini:
Mungkin bisa 5 kalau saya menemukan versi bahasa Indonesia sehingga saya bisa memakan buku ini dalam waktu singkat dan tidak lupa bagian-bagian sebelumnya. *buka kartu deh*

Terima kasih sudah mampir.
Have a nice dream. #eh


1 komentar:

  1. Ah, masih belum kesampaian baca Toni Morrison. Punya satu tapi masih tertimbun XD

    BalasHapus