Rabu, 26 Maret 2014

Last Roommate: Teman Berbagi Apartemen - Theresia Anik




- Siapa Yang Tahu -


Judul buku: Last Roommate
Penulis: Theresia Anik
Penerbit: Stiletto Book
Cetakan: ke-1, Juni 2012
Jumlah halaman: 204
ISBN: 9786027572041


Renata memilih tinggal sendiri di sebuah apartemen daripada selalu ditanya mengenai jodoh oleh orantuanya. S ayangnya, kondisi keuangannya yang biasa saja membuatnya harus mencari teman berbagi apartemen agar bisa membagi biaya sewa. 

Renata memasang iklan mengenai pencarian tersebut. Mencari teman untuk berbagi tempat tinggal tidak semudah mencari teman berbagi lolipop. Pertama, Renata menemukan Scarlett. Mulanya Scarlett tampak baik. Namun, kemudian Scarlett sering memanfaatkan Renata. Scarlett bahkan berbohong mengenai karirnya.  

Teman keduanya adalah Andrea. Andrea pun semula baik. Lama kelamaan, Andrea menampakkan sifat aslinya sebagai cewek opurtunis. Untunglah akhirnya Andrea mendapat apartemen yang lebih baik.

Setelah Andrea, datanglah Magnolia. Magnolia adalah cewek biasa, cenderung tertutup. Renata menyukainya. Sayangnya, suatu hari, Renata mendapati semua cerita mengenai pacar Magnolia hanya fantasi. Magnolia bahkan berpura-pura menelepon pacarnya padahal dia menelepon diri sendiri dari ponselnya ke telepon apartemen. Kecurigaan Renata terbukti ketika kakak Magnolia, Marta, datang untuk menjemput Magnolia. Marta menceritakan bahwa Magnolia mengalami gangguan psikis akibat orangtua mereka.

Berkali-kali mendapatkan teman apartemen perempuan yang tidak tepat, Calista, teman sekantor sekaligus sahabat Renata, menyarankan untuk mencari teman laki-laki. Semula, ide tersebut tampak gila, tetapi akhirnya Renata menyetujuinya. 

Nesta adalah cowok itu. Untung saja Nesta mengatakan bahwa dia gay sehingga Renata bisa merasa lebih tenang. Renata merasa cocok dengan Nesta. Nesta sangat baik. Dia pun mencari Renata ke tempat kerja ketika Renata pulang terlambat karena mobilnya mogok. Renata pun jatuh cinta pada Nesta walaupun dia harus selalu menepis perasaannya karena Nesta seorang gay.

Tanpa diketahui Renata, Nesta memiliki rahasia. Belakangan, Calista juga terlibat dalam rahasia itu, bersama atasan mereka, Gladys.

"Siapapun yang bisa menjadi dirinya sendiri pasti akan bahagia." - Nesta to Renata

* * *
Ide cerita buku ini sebenarnya unik. Pencarian teman yang “klik”. Karena itu, unsur romance kurang terasa. 

Novel ini mengajarkan untuk berhati-hati terhadap orang asing. Tapi, novel ini juga membuat saya berhati-hati terhadap orang dekat. Karakter setiap individu berbeda dan kadang tidak mudah karakter asli muncul ke permukaan.

Dengan membaca novel ini, saya merasa dipaksa melegal sesuatu yang tidak umum, seperti perempuan dan laki-laki tinggal serumah, atau hubungan sesama jenis. Saya termasuk orang konservatif sehingga hal-hal semacam itu sulit saya terima.  

Sisi positifnya, novel ini mengajarkan saya bahwa ada banyak karakter manusia. Mau tak mau, di dalam lingkungan sosial, setiap orang harus bisa saling menerima. Sekadar menerima kenyataan bahwa kita pernah mengenal orang menyebalkan pun cukup.

Konflik sesungguhnya dalam novel ini baru ada menjelang akhir. Itu pun sangat singkat karena beberapa halaman sudah menemukan solusi. Jadi, saya merasa agak kurang greget. Saya rasa ini terkait dengan karakter Renata yang terlalu baik sehingga masalah cepat selesai. 

Sekian review kali ini. 

Terima kasih sudah berkunjung dan membaca. ^^

Rating


 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar