Sabtu, 22 Maret 2014

Crash Into You - aliaZalea


- Masa Lalu VS Sekarang - 
Judul buku: Crash Into You  
Penulis: aliaZalea
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: ke-
8, Januari 2014
Jumlah halaman:280

ISBN: 9786020301570


Akhirnya saya nulis review lagi. :")
Kali ini, salah satu dari seri 4 sekawannya aliaZalea.
Hanya ada satu orang yang paling dibenci Nadia di dunia ini, seorang anak laki-laki bernama Kafka. Cowok jail itu tidak bisa berhenti mengisenginya setiap hari, enam hari dalam seminggu, selama hampir dua tahun. Terakhir kali Nadia bertemu dengannya adalah sekitar dua puluh tahun yang lalu ketika mereka sama-sama masih mengenakan seragam putih-merah. Semenjak itu Nadia berjanji untuk tidak akan pernah lagi sudi bertatap muka dengannya.

Tetapi ketika suatu pagi, di usia dewasanya, Nadia terbangun dengan hanya mengenakan pakaian dalam di kamar hotel Kafka, dia harus mengevaluasi ulang pendapatnya tentang laki-laki satu ini. Kafka bukan saja kelihatan superhot, tetapi Nadia secuil pun tak pernah membayangkan bagaimana cowok iseng dan jail itu kini bisa menjadi dokter jantung ternama yang menangani ayahnya.

Saya nggak tau saya lagi kesambet apa waktu beli novel ini. Biasanya kalau saya sudah membaca sinopsis seperti di atas, saya akan langsung meletakkan kembali novel itu dan tidak meliriknya lagi. Kenyataannya, saya membeli novel ini dan saya tidak terlalu menyesal membacanya. Mungkin saya sudah terkontaminasi usia dan arus perbukuan.

Sinopsis di atas sepertinya sudah cukup mewakili isi novel ini. Selebihnya, seputar flash back Nadia tentang kejadian-kejadian yang menyangkut Kafka. Flirting gila-gilaan dari Kafka. Sesuatu yang saya sebut sexual harassment via SMS. Kafka yang tiba-tiba tidak bisa dihubungi ketika Nadia sudah mengakui terhadap diri sendiri bahwa dia jatuh cinta pada Kafka. Juga tentang cowok baru bernama Elang untuk membantu Nadia melupakan Kafka.

Novel ini mainstream. Sejak awal hanya ada Kafka dan Nadia. Elang muncul menjelang akhir sehingga tidak mungkin Nadia akan berakhir dengan Elang. Mungkin satu-satunya bayangan yang bisa menghapus ke-mainstream-an novel ini adalah bahwa Kafka akan mati sehingga mereka tidak bisa bersatu, seperti banyak terdapat dalam film Jepang.

Walaupun mainstream, saya sangat menikmatinya. Sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang orang pertama dari sisi Nadia. Nadia sering membatin mengenai diri sendiri. 

Di novel ini diceritakan bagaimana hubungan Nadia dan Kafka bisa semakin dekat, bukan hanya karena Kafka adalah dokter jantung ayah Nadia, tapi juga karena kelab yang website-nya ditangani Nadia adalah milik Kafka, adiknya, dan seseorang bernama Maya. Selama pembuatan web, Nadia hanya bertemu Karin, adik Kafka, sehingga tidak mengetahui bahwa pemilik lain kelab tersebut adalah Kafka. Jadi, tiba-tiba saja dunia Nadia seolah terperangkap dalam seseorang bernama Kafka.

Bagaimana Nadia akhirnya benar-benar jatuh cinta terhadap Kafka kurang dijelaskan. Bagi saya, flirting semacam itu tidak akan cepat membuat seseorang jatuh cinta. Mungkin ini yang dinamakan cinta seperti penculik. Mengendap-endap di belakang kita dan sebelum kita sadari, sudah memerangkap kita. Penulis cukup pintar memberikan konflik psikologis sehingga pembaca tidak perlu dibuat bingung bagaimana Nadia tiba-tiba jatuh cinta tanpa hal-hal romantis atau pun baik yang bisa menyentuh hati.

Sekadar info yang sebetulnya nggak terlalu penting. Nadia itu selalu merasa dirinya cewek biasa yang bisa ditemukan di mana pun, kecuali dia sering bermonolog bahwa dirinya sangat ramah. Kafka itu Ha-Ou-Te alias hot, plus Kafka blasteran. Semula karena namanya Kafka, saya pikir dia keturunan Turki, mungkin karena saya membayangkan Kafka bisa ditulis dalam huruf Arab. Ternyata, dia turunan bule. Nadia udah ngerasa nggak mungkin cowok selevel Kafka bisa suka sama dia, paling cuma main-main. Mana ada sih cewek biasa dan logis yang kepedean bahwa dirinya disukai cowok yang kayak bintang iklan sabun pencuci muka. Ummm, tapi kayaknya banyak cewek yang suka nge-judge dirinya jelek sih, tapi ngarep disukai cowok kayak Kafka. Cuma ngarep loh, bukan kepedean.

Karena saya membaca novel ini ketika sudah memiliki KTP selama 3 tahun, saya tidak merekomendasikan buku ini untuk pemilik KTP yang KTP-nya belum berumur 3 tahun. Beberapa adegan cukup "agak-agak" dan ada istilah-istilah yang bahkan saya nggak berminat untuk Googling dan mencari artinya. Sabar saja, ya.


Quotes:

"I love it when u say my name." Kafka to Nadia via text.

Banyak orang bilang bahwa manusia akan belajar dari pengalaman, yang mereka tidak pernah katakan adalah bahwa pengalaman itu membawa rasa sakit yang tidak tergambarkan. - Nadia

"Dia itu laki-laki, Nad. Sudah di darah mereka untuk ngaco kayak gitu. Terutama laki-laki yang hot, mereka ada kecenderungan untuk lebih ngaco daripada yang nggak hot, ksrena orang lebih mau maafin kelakuan mereka." Dara to Nadia

... semua orang pasti akan selalu merasa kurang dan tidak puas terhadap sesuatu, tetapi kita harus tetap hidup dan mencoba untuk mengatasi rasa ketidaknyamanan itu. - Nadia

Rating:



3 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus