Jumat, 07 Februari 2014

Love Puzzle - Eva Sri Rahayu





- 1 Becomes 2, 2 Becomes 1 -


Judul buku: Love Puzzle
Penulis: Eva Sri Rahayu
Penerbit: Noura Books
Cetakan: ke-1, November 2013
Jumlah halaman: 284
ISBN: 9876021606049





"Rasi, apa yang terlihat bisa menipu, tapi hati selalu tahu kebenarannya." - Raja to Rasi





Sinopsis
Kegemaran Rasi adalah memotret. Belum lama ini dia menemukan tempat baru yang menjadi tempat favoritnya memotret: atap Bandung Indah Mall (BIM). BIM adalah mall yang sudah nyaris ditinggalkan dan sepi. Bagian atapnya dibiarkan kosong sehingga Rasi bisa memotret dari sana. Di tempat itulah Rasi bertemu Raja.

Rasi dan Raja kembali bertemu di stadion tempat klub basketball profesional berlatih. Namun, ketika Rasi menyapa Raja, Raja bertingkah seolah tidak mengenal Rasi. Emosi Rasi naik oleh tingkah Raja padahal hari sebelumnya Raja bersikap sangat baik.

Lagi-lagi, Rasi bertemu dengan orang tak dikenal. Kali ini orang itu adalah siswa sekolah lain yang tersesat, Ayara. Rasi bersimpati kepada Ayara. Ayara adalah gadis yang manis, tetapi tidak memiliki teman. Tanpa pikir panjang, Rasi berjanji untuk menjadi sahabat Ayara. Ternyata, Ayara memiliki hubungan dengan Raja.

Pertemuan Rasi dan Raja selanjutnya di atap BIM tidak buruk. Raja mengatakan perlakuannya terhadap Rasi di stadion karena banyak fansnya di sana. Raja kemudian memperlihatkan sulap kepada Rasi. Pertemuan Rasi dan Raja selanjutnya juga masih baik. Mereka bertemu di toko buku. Raja merekomendasikan sebuah komik berjudul Rescue Me. Raja berkata bahwa terdapat pesan dalam komik itu.

Sayangnya, ketika kembali bertemu di atap BIM, Raja sedang tidak dalam keadaan baik. Rasi merasa Raja menangis, tetapi Raja menutupinya. Tiba-tiba saja Raja mengajak Rasi berkencan, sayangnya Raja tidak serius dan meninggalkan Rasi di stadion.

Rasi dibuat bingung dengan sikap Raja. Terkadang baik, terkadang menyebalkan, bahkan terkadang Raja seolah tidak mengenalnya. Raja juga pernah menjanjikan Rasi melatihnya basket, tetapi kemudian Raja bertingkah seolah dia tidak pernah memberikan janji itu. Rasi semakin tidak mengerti.

Namun, Rasi merasakan debaran aneh ketika dia bertemu Raja versi tidak baik. Debaran yang dulu pernah dirasakannya kepada Alex, cinta pertamanya sewaktu kecil. Debaran itu tidak dirasakan Rasi ketika bertemu Raja versi baik.

"Setiap orang punya bagian liar dalam dirinya. Sesuatu yang kamu anggap hidup dalam dirimu itu memang dirimu sendiri Itu cuma ... cuma gimana kita ngendaliinnya." Rasi to Raja.

* * *
Cukup sekian sinopsis versi saya. Seperti judulnya, novel ini berisi potongan-potongan puzzle. Puzzle yang saya sebutkan hanya sebagian kecil dari puzzle yang terdapat dalam novel ini. Bahkan mungkin trailer di atas lebih banyak menggambarkan potongan puzzle dibanding sinopsis saya.

Setiap novel mungkin memiliki puzzle masing-masing. Perbedaan puzzle novel ini dengan puzzle novel lain adalah pembaca sudah dapat mengetahui gambar apa yang akan terbentuk. Dari prolog pun, kalau peka, pembaca sudah dapat menebak gambar yang akan ditemukannya setelah potongan puzzle disatukan. Sayangnya saya bukan pembaca yang peka, atau mungkin saya berharap prolog itu hanya sepotong adegan penentu yang akan terdapat pada bab-bab lain.

Karena sejak awal pembaca sudah dapat menerka inti permasalahan, keunggulan novel ini adalah membuat pembaca ingin tahu bagaimana tokoh utama dan tokoh-tokoh pendukung dapat menyatukan puzzle tersebut. Kebingungan yang dihadapi Rasi ketika menghadapi Raja yang selalu berubah-ubah dan ketika hipotesisnya tentang kejadian yang menimpa Ayara terkait Raja dipatahkan oleh Ayara tetap menarik untuk membuat pembaca ikut serta dalam kebingungan itu. Alasan Ayara terobsesi pada Raja juga mampu menguras emosi, entah emosi kesal atau emosi iba.

Setelah membaca novel ini mungkin saya harus berhenti men-judge kisah anak sekolah sering tidak selaras dengan kehidupan nyata. Novel ini memberikan pesan arti pengorbanan, pengorbanan terhadap sahabat, keluarga, dan orang yang disayangi. Novel ini adalah penggambaran hal yang terjadi pada sebagian anak, terutama pada masyarakat berpendidikan, namun orangtua seolah menutup mata.

Sayangnya, saya tetap merasakan hal mengganjal setiap membaca novel dengan tokoh anak sekolah: ke mana para orangtua? Ayara yang sering sakit hanya ditemani para pelayan. Orangtua Ayara nyaris tidak pernah muncul. Ada juga adegan Rasi pulang larut malam dan tidak ditelepon atau di-SMS orantuanya, lalu ketika Rasi dan Raja berpelukan di depan rumah Rasi juga orangtua Rasi biasa saja. Baiklah, mungkin hal tersebut tidak penting karena tidak akan mempengaruhi jalan cerita. Bahkan, kalau mempengaruhi, justru novel ini akan semakin tebal karena menambah masalah baru. Rasi yang tidak boleh bertemu Raja, misalnya. Mari abaikan masalah yang saya timbulkan sendiri ini.

Alur yang digunakan dalam novel ini adalah alur maju-mundur dengan sudut pandang orang ketiga. Sudut pandang ini membuat perasaan para tokoh tersampaikan dengan sangat baik. Sudut pandang ini juga, lagi-lagi, membuat potongan puzzle semakin banyak.

Oh, ya, walaupun pembaca dapat menebak siapa Raja sejak bab-bab awal, pembaca (saya) tetap dibuat bingung dengan kejadian yang menimpa Raja. Mengapa Raja bersikap seperti itu, mengapa Ayara tidak mau menerima kejadian itu, mengapa Raja membuat dirinya semakin tenggelam, mengapa Raja harus menikmati semua perlakuan tak mengenakkan padanya. Dan tentunya, pertanyaan utama adalah bagaimana pandangan para tokoh ketika melihat gambar yang tercetak pada puzzle.

Terdapat ilustrasi menyerupai puzzle, hanya saja puzzle yang sudah tersusun. Ilustrasi ini juga membuat fisik novel semakin cantik. Ini salah satu ilustrasi yang ada:


Halaman pertama novel ini juga berupa ilustrasi, ilustrasi berwarna. Cover novel dibuat berlubang pada bagian foto sehingga ketika dibuka, akan tampak gambar sebenarnya dari foto itu. 

Namun, lagi-lagi saya menyayangkan mengapa kameranya seperti itu sebab kamera Rasi adalah DSLR. Mungkin ada bagian yang saya lupakan ketika terdapat polaroid dalam novel ini. Entahlah. Saya ini terlalu memerhatikan detail tidak penting. Walaupun membuat tanda tanya, saya tetap menyukai cover novel ini, apalagi keunikannya. Bagian foto juga cukup menampakkan isi.

Bicara mengenai detail, saya tidak menemukan kesalahan pengetikan dalam novel ini. Saya selalu bahagia menemukan novel semacam ini.

Pesan yang disampaikan novel ini antara lain:
  1. Menerima keadaan;
  2. tidak tanggung-tanggung untuk menolong orang lain;
  3. jujur terhadap sahabat;
  4. setiap anak diciptakan berbeda;
  5. cinta, kasih sayang, dapat menutupi benci.

Overall, saya sangat menyukai permainan puzzle yang diberikan penulis. Novel ini bahkan mampu membuat saya merasa ada ikatan tak tampak yang membuat saya tidak mau melepas novel ini sebelum selesai membacanya. Novel ini sangat sarat perasaan mendalam. Saya yakin novel ini memang berasal dari perasaan mba Eva Sri kepada seseorang.

Novel ini saya rekomendasikan untuk.... unlimited. Siapa pun silakan membacanya, termasuk seluruh anggota keluarga. ^^v

Sekian review dari saya.
Terima kasih sudah menyempatkan diri membacanya.
^^


Rating:










5 komentar: