Rabu, 05 Februari 2014

Geek in High Heels – Octa NH



- Karena Menjadi Jomblo itu Sulit -


Judul buku: Geek in High Heels
Penulis: Octa NH
Penerbit: Stiletto Book
Cetakan: ke-1, Desember 2013
Jumlah halaman: 208
ISBN: 9786027572201

“Hidup emang berat. Apalagi buat para single kayak kita. Tapi buat yang double, beratnya juga double.” – Manda to Athaya

Geek, stylish, shoe fetishism, JOMBLO. Itulah Athaya. Kata terakhir mungkin tidak masalah kalau usianya belum 27 tahun. Keluarganya selalu mempertanyakan status single Athaya. 
 
Bagi Athaya, kumpul keluarga adalah bencana. Di sana, dia akan disudutkan oleh segala pertanyaan dan pernyataan terkait jodoh, terutama oleh Tante Rina. Itulah yang membuatnya melarikan diri dari acara makan malam keluarga untuk memperkenalkan calon suami sepupunya, Silvy. 

Pelarian itu membawanya ke sebuah kafe. Putus asa dengan statusnya, Athaya memasang iklan pencarian jodoh di blog-nya menggunakan laptop yang selalu dibawanya. Di kafe itulah seorang cowok mengajaknya berkenalan, tetapi Athaya hanya memperkenalkan diri dengan singkat – dan sedikit mempromosikan jasa web design-nya – dan memberikan kartu nama. Athaya segera melupakan pertemuan itu.

Athaya bertemu klien baru, Ibra. Ibra ingin mengenal Athaya secara lebih personal. Namun, Athaya bersikap dingin.

Setelah acara makan malam segera berlanjut ke acara pertunangan. Lagi-lagi Athaya merasa tidak seharusnya berada di tempat itu. Tante Rina bahkan memperkenalkannya dengan seorang dokter. Hal itu membuat Athaya melarikan diri lagi.

Pelariannya membawanya ke toko buku. Toko buku itu akan mengadakan book signing. Athaya, yang tidak suka membaca novel, memberikan komentar mengenai cerita-cerita novel. Orang yang mengajaknya bicara ternyata sang penulis, Kelana. 

Ibra masih berusaha mendekati Athaya sampai akhirnya Athaya mau diajak makan malam. Sayangnya, makan malam itu berakhir tidak menyenangkan. Ibra harus meninggalkan Athaya karena urusan bisnis. Athaya yang kecewa pun memutuskan ke mal dan dan berakhir di toko buku. Lagi-lagi sedang ada acara book signing Kelana. Kali ini, Kelana berhasil mengajak Athaya makan es krim bersama.

Athaya pun semakin dekat dengan Ibra dan Kelana. Ibra sempat menghilang, tetapi dia selalu memberitahukan bahwa dia masih ada di dunia ini dengan sering mengirimi Athaya kue. Kelana pun sering menghilang. Bedanya, saat menghilang dia benar-benar raib, baru kemudian muncul lagi, sebelum menghilang lagi. Langkah Ibra pun lebih cepat hingga akhirnya Athaya dan Ibra dan jadian. Namun, ketika Ibra melamarnya, Athaya belum bisa memastikan perasaannya.


* * *
Itu dia sedikit intipan tentang buku ini. Mungkin bagi para jomblo, novel ini bisa menjadi pilihan supaya kalian yakin bahwa kalian tidak sendiri. ^^v

Saya membeli novel ini karena di toko buku pilihannya hanya tiga: The Marriage Roller Coaster, Pre Wedding Rush, dan Geek in High Heels. The Marriage Roller Coaster sudah bertengger di rak buku saya. Pre Wedding Rush sepertinya cukup kompleks sehingga saya memilih novel ini.

Novel ini termasuk sangat ringan. Kompleksnya hanya seputar kegelisahan seorang perempuan 27 tahun yang masih belum memiliki pasangan ditambah omongan-omongan keluarganya. Tanpa omongan-omongan orang lain pun sepertinya usia 27 tahun sudah membuat seorang perempuan merasakan ujung-ujung rambutnya terbakar, apalagi ketika melihat sepupu-sepupu yang lebih muda sudah menggandeng seseorang dan menerima undangan pernikahan dari mantan.

Tidak banyak yang bisa saya ungkapkan karena ceritanya sederhana. Sederhana, tetapi bisa menusuk para jomblo. Tapi, menurut saya, membaca buku ini justru menyenangkan. Setidaknya kaum jomblo bisa berangan-angan menemukan jodoh secara tak sengaja seperti Athaya. 

Novel ini juga cepat dengan banyaknya kejadian mulai dari pelarian pertama, pertemuan, hilang-muncul-hilang, adegan desperate, dan lainnya, hingga sampailah pada ending.

Mungkin pesan dari buku ini adalah 1) Stay strong. Selain masalah status ke-single-an, Athaya juga menetapkan hatinya terhadap pekerjaannya sebagai freelance web designer walaupun banyak yang menganggapnya tetap penganggur karena bekerja di rumah atau pun menganggap itu pekerjaan laki-laki. 2) Tetapkan hati. Kalau ada banyak pilihan, langsung tetapkan hati. Ujian akhir sekolah saja perlu ketetapan hati untuk memilih 1 dari 5 pilihan. 3) Be happy.


Sekian review kali ini.
Terima kasih menyempatkan diri membacanya. ^^
Rating:

5 komentar:

  1. Quotes keren tuh kak.. jika single masalah qt juga single, beda kalo udah yang double (couple) masalahnya juga double :D

    Menarik !

    BalasHapus
    Balasan
    1. quotes yang bisa dijadikan alasan oleh jombloers.:))

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. ketawa-ketiwi pas baca reviewnya....apalagi bagian quote sama kelakuan Athaya. Hihihi.... Serius, kepo nih jangan-jangan Ibra sama Kelana punya hubungan? (bukannya malah ngepoin hubungan Athaya Ibra :D wk)

    BalasHapus
    Balasan
    1. loh? hubungan apa nih? bukan yang aneh-aneh kan? :P

      Hapus