Senin, 06 Januari 2014

After Rain - Anggun Prameswari


- Smile Over The Rain -

Judul buku: After Rain
Penulis: Anggun Prameswari
Penerbit: GagasMedia
Cetakan: ke-1, 2013
Jumlah halaman: 324
ISBN: 9797806596
"There's no such thing as KAMI in your relationship." - Kean to Seren

Seren dan Bara sudah bersama selama sepuluh tahun. Bagi Seren, Bara adalah cinta pertama dan cinta terakhirnya, setidaknya itu yang dirasakan Seren sebelum hubungan mereka harus merenggang. Bara dijodohkan putri relasi orangtuanya, Anggi, demi menyelamatkan perusahaan keluarga. Bara menolak, bahkan bertengkar hebat dengan ayahnya. Pertengkaran itu justru membuat ayahnya terkena serangan jantung. Rasa bersalah menyelimuti Bara dan sebagai putra tertua yang seharusnya melindungi perusahaan keluarga, dia mengalah. Bara menikahi Anggi.
Namun, selama tiga tahun menikah, Bara dan Seren masih berhubungan, bahkan setelah kehadiran Lily, anak Bara. Seren menjadi pacar sang papa. Tempat bekerja yang sama memudahkan mereka dalam hubungan itu. Sampai suatu ketika, Bara mengatakan bahwa hubungan mereka tidak bisa berlanjut. 
Boleh aku bertanya terbuat dari apakah hati itu? Tak peduli seberapa rindu menghantamnya, sekuat apa duka menggerusnya, hati masih tetap bersikeras berdenyut. Memanggil-manggil nama yang kucintai. - Seren
Untunglah selalu ada Kean, sahabatnya, yang siap untuk Seren kapan pun. Seren perlu menata hati, mencoba mandiri tanpa Bara. Seren pun resign dan mengajar di sekolah keponakan Kean, Nola.
Di sana, Seren bertemu seorang guru bernama Elang. Elang adalah mantan kekasih kepala sekolah tersebut. Elang sama seperti Seren, pernah merasakan patah hati, dan dapat mengetahui kesedihan Seren dari mata gadis itu, seperi matanya dulu.
"Patah hati bukan vonis mati. Anak-anak itu sudah divonis mati dalam hitungan tahun atau bulan. Tapi, mereka masih ingin hidup. Dan mereka menjalani hidupnya dengan cara terbaik yang bisa mereka miliki." - Elang to Seren
"Jadi, cinta itu adiksi. Semakin lo cinta sama seseorang, semakin besar ketergantungan lo sama dia. Semakin rapuh kalau tahu-tahu dia pergi. Semakin hancur hati lo kalau dia mengecewakan lo." - Kean to Seren.
 Ketika Seren sudah sedikit demi sedikit mengalihkan perasaannya dari Bara, Bara justru datang kembali dengan mengatakan dia akan menceraikan Anggi.

* * *
Sinopsisnya singkat saja, ya, karena intinya memang seperti itu, seputar patah hati, move on, dan galau.

Judul novel ini After Rain, saya mengira (bahkan setelah membaca interviu dengan Mbak Anggun) akan banyak menemukan adegan hujan atau kenangan terkait hujan. Nyatanya, memang banyak adegan hujan, hujan air mata. Jadi, mungkin After Rain ini artinya setelah nangis, terus melanjutkan hidup. Karena itu, saya juga bilang smile over the rain, supaya ada senyum dengan adanya "hujan". Sedangkan, hujan dari langit, yang saya ingat, hanya menjelang ending dan mungkin bisa di-remove karena tidak terlalu berpengaruh.

Saya mengetahui novel ini dari Kubikel Romance. Waktu itu, ada giveaway novel ini (sayangnya, saya gak menang. T^T ). Awalnya saya melihat covernya dulu dan langsung men-judge "ini novel full galau" lalu saya membaca reviewnya. Dan, rasanya setelah membaca review ditambah pertanyaan untuk giveaway yang memercik emosi itu, saya terhisap ke lubang galau. Hal yang membuat saya tertarik waktu itu adalah saya penasaran bagaimana seseorang patah hati dan hidup lalu move on dalam patah hati itu. Saya belum pernah patah hati dan jangan sampai patah hati. Hihi. 

Saya juga sebetulnya penasaran dengan penulisnya. Mbak Anggun ini sering menulis cerpen dan diterbitkan di media cetak nasional. Saya memang entah sejak kapan tidak lagi membaca cerpen, tapi saya selalu terpana membaca cerpen-cerpen di media cetak, terutama koran atau tabloid. Gaya bahasanya, diksinya, plotnya, selalu saya sukai. Well, memang saya tidak tahu siapa pengarang cerpen-cerpen itu karena saya lupa atau tidak memperhatikan, tapi mungkin salah satunya ada Mbak Anggun.

Novel ini menurut saya ceritanya cukup mainstream, tapi saya suka gaya Mbak Anggun yang maniiiiissss. Tapi, yah, itulah kelebihan GagasMedia: menerbitkan hal mainstream, tapi tidak mainstream. Bahkan, ada salah satu novel yang saya rasa akan menyindir teman saya kalau dia membacanya. :D

Kembali ke After Rain. . .
Saya tidak bisa menamatkan novel ini dalam satu hari. Bab-bab awal benar-benar membuat sesuatu yang dibentuk menjadi sebuah kata "galau". Saya gak kuat bacanya. Bukan karena bosan, melainkan karena rasanya ikut terkoyak bersama Seren. Well, novel ini besudut pandang orang pertama pelaku utama. Jadi, sudah bisa dipastikan seberapa dalam perasaan Seren bisa diselami. Walaupun selama ini saya punya persepsi adiksi cinta itu benar-benar tidak baik dan saya sudah berapa kali mengatakan kepada para broken-hearter "kayak gak ada cowok lain aja", Mbak Anggun berhasil membuat saya iba terhadap tokoh ini. Sepuluh tahun pacaran lalu ditinggal nikah!! Siapa yang bisa move on pakai kecepatan cahaya??? Dua-duanya juga akan sulit melepas masa lalu.

Setlah bab-bab awal penuh kegalauan, peran Elang mulai muncul lebih banyak. For God's sake, kenapa tokoh cowok keren itu selalu identik dengan irit bicara dan mata yang bisa meluluh-lantahkan Pulau Langerhans dan wilayah sekitarnya!? Dan, kenapa di dunia nyata tidak ada cowok semacam itu!!? (setidaknya dunia nyata saya). Tambahan, Elang itu guru musik, seniman, dan wangi *guling-guling pengen nemu Elang Mahardhika*

Kekurangan dari novel ini, lagi-lagi, adalah saya harus bertemu dengan Miss Typo. Memang sangat sedikit, tapi tetap saja namanya ada. Mungkin saya juga akan kurang menyadari kalau novel GagasMedia yang sebelumnya saya baca tidak diselubungi kesalahan pengetikan. Tolong ya, Gagas, novelnya udah keren loh, tinggal hal sepele itu saja. :)

After all, saya suka dengan cerita yang rasanya manis ini. Novel ini benar-benar perlu dibaca oleh orang-orang yang sedang mengalami dilema cinta *ceile*. Bukan untuk mengharapkan hal-hal yang tidak pasti seperti balikan dengan mantan atau menemukan yang baru, melainkan meyakinkan bahwa patah hati bukan vonis mati. 

Rating:
 






11 komentar:

  1. hahahha, aku ngakak baca review kamu :)
    setuju, bagian awal cukup nyebelin tapi nyenegin pas muncul Elang *guling-guling juga pengen nemu Elang Mahardhika* :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. aaah. aku kan ga lagi ngelawak. DX
      kalau udah ketemu, bagi 2, ya. :D

      Hapus
  2. Aaaah buku galau ^_^ Pengin baca!!!

    BalasHapus
  3. reviewnya keren, bikin ngakak xD

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih. makasih. :")
      *padahal ga maksud berhumor ria.*

      Hapus
  4. cocok untuk yang galau dan pingin move on ya :))

    BalasHapus
  5. Aku nggak tahan baca novel ini. Awalnya karena tahu hubungan Seren dan Bara yang "tidak sehat", wong Bara sudah beristri. Sampai ketika cerita Seren "diputusi" oleh Bara aku hampir menyerah. Tapi aku tetap lanjut baca sampai Seren mendaftar untuk mengajar di sekolah dan bertemu Elang. Kupikir dewa penyelamat sudah datang dan ending sudah bisa tertebak. Jadilah kututup buku sebelum halaman akhir =D

    BalasHapus
    Balasan
    1. jalan ceritanya masih muter-muter loh padahal setelah Seren mendaftar ke sekolah. :)

      Hapus
  6. Seren move on nya nggak tanggung-tanggung. Rela berhenti kerja biar nggak satu perusahaan sama Bara dan memilih jadi guru karena tawaran keponakannya. Aku juga udah baca After Rain. Yups! Lebih baik membuka lembaran kisah baru dengan hati yang baru.

    BalasHapus