Jumat, 27 Desember 2013

One Of Those Hideous Books Where The Mother Dies - Sonya Sones



- Benci? -

Judul buku: One Of Those Hideous Books Where The Mother Dies
Penulis:
Sonya Sones
Penerbit:
Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: ke-1,
Oktober 2007
Jumlah halaman: 2
80

Nama yang lebih konyol dari Whip? Boleh aku pikirkan dulu dan kuberitahu kau nanti? - Liz to Ruby (dalam e-mail)
Karena kematian ibunya, Ruby terpaksa tinggal bersama ayahnya yang telah meninggalkannya sejak dalam kandungan. Ruby membenci ayahnya, tetapi ia tidak punya pilihan. Ia terpaksa meninggalkan sahabatnya, pacarnya, bibinya, dan makam ibunya dan tinggal bersama ayahnya, Whip Logan, seorang aktor terkenal.

Ruby menjalani hidup baru yang baginya tidak mengasyikkan. Ia ingin hidup lamanya yang menyenangkan dengan orang-orang yang dekat dengannya. Ia mengkhawatirkan hubungan jarak jauhnya dengan pacarnya. Hubungannya dengan sang ayah pun tidak membaik, hingga terjadi suatu peristiwa yang membuat hatinya luluh. 

* * *
Buku ini saya beli secara online karena terlalu sayang ongkos kirim kalau hanya membeli 2 buku (jauh-jauh dari Surabaya masa cuma beli 2 buku). Ada pepatah Don't judge the book from it cover. Saya memang tidak memilih buku ini karena covernya. Saya memilik karena penasaran dengan judulnya yang paaaaanjang itu. Sampai sekarang saya belum bisa hapal judul buku ini. 

Panjangnya judul buku ini ternyata tidak sepanjang isinya. Berbeda dengan buku-buku lain, satu halaman bisa berisi ratusan kata, buku ini hanya menyajikan puluhan kata. Kata-kata itu tidak disusun paragraf seperti narasi, tetapi lebih menyerupai puisi, tetapi kalimatnya tidak seperti puisi [saya tidak tahu apa sebutannya, maaf. 0:) ]. Mungkin isinya menyerupai isi hati atau diary tokoh utama karena menggunakan sudut pandang orang pertama.

Ketika melihat layout buku ini, saya langsung merasa suram. Seperti biasa, teenlit GPU menggunakan kertas (entah apa jenisnya) yang berwarna abu-abu. Ditambah, susunan kalimat yang seperti buku harian atau puisi ini langsung membuat saya tidak berani berharap lebih pada buku ini.

Hideous pada judul buku ini-lah yang membuat saya membeli buku ini. Mengapa mengerikan? Apakah teenlit ada yang mengerikan? Dulu, yang saya tahu teenlit selalu menyajika cerita yang bagi saya, kalau diumpamakan dengan warna, warna-warna seperti pink, aquamarine, hijau muda, dan warna-warna terang lolipop lainnya. Sekarang, yang saya tahu, memang ada teenlit yang mengerikan, tetapi saya belum membacanya.

Daaaan, memang saya terjebak dengan buku ini. Saya pikir tokoh ibu, walaupun sudah meninggal, berpotensi membuat kesan menegangkan pada buku ini, ternyata saya salah. Buku ini berkisah seputar kehidupan si anak, dan hubungannya dengan sang ayah.

Tapi, buku ini tidak terlalu buruk. Buku ini adalah bacaan ringan yang bisa langsung selesai dalam waktu kurang dari empat jam tanpa membuat kepala sakit dan berdenyut. Pada akhirnya, buku ini saya kategorikan mengharukan ketika mengetahui Whip memang menyayangi Ruby. Buku ini juga dapat sedikit membuka hati para anak (termasuk saya) bahwa yang kita pikirkan terhadap orangtua kita belum tentu benar. Tapiii, yah, saya kurang menyukai alasan Whip meninggalkan anak dan istrinya, itu masuk zona di luar batas hal-yang-masih-dapat-kusukai. Selebihnya, saya sebenarnya menyukai alur cerita ini yang sangat ala teenlit terjemahan, berbumbu hubungan keluarga, percintaan, dan persahabatan, dan hal-hal aneh seputar sekolah.

Untuk buku ini, saya memberi 3 dari 5 untuk cerita yang cukup menghibur dan tidak mengecewakan. Sisa bintangnya hilang karena saya kurang menyukai terlalu sedikit kata.

Rating:





NB: Untung ketika saya pertama kali membaca buku ini, belum ada film Percy Jackson, jadi saya tidak terganggu dengan nama tokoh Whip Logan, yang sekarang mengingatkan saya pada Logan Lerman.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar