Minggu, 03 November 2013

Bi! - Fei



- Domba Berbulu Serigala -


Judul buku: Bi!
Penulis: Fei
Penerbit: Penerbit Haru
Cetakan: ke-1, Februari 2013
Jumlah halaman: 280

Ketika pertama kali melihat cover novel ini, saya membayangkan novel ini mengisahkan suatu cerita yang romantis. Saya juga membayangkan Bi! adalah panggilan bagi seseorang yang sangat berarti bagi toko utama. Namun, bayangan itu hilang ketika saya membaca sinopsis pada bagian belakang buku. Sinopsis itu cukup jelas menggambarkan akan seperti apa novel ini dan apa sebenarnya Bi!

Novel ini diawali dengan prolog yang menceritakan kilasan cerita ratusan tahun lalu.

Bab-bab selanjutnya adalah menceritakan mengenai Min Jeong, sang tokoh utama.

Mi Jeong adalah seorang gadis piatu yang harus mengurus dirinya sendiri karena ayahnya seorang pemabuk dan penjudi yang nyaris tidak pernah memerhatikannya sejak kematian ibu Min Jeong. Suatu hari, Min Jeong pergi ke rumah Bibi Song untuk mengambil persedian kacang merah. Min Jeong berniat membuka usaha dengan food truck. Ketika akan pulang, Bibi Song memberikan sebuah bel angin kepada Min Jeong. Bibi Song masih memercayai bahwa bel angin dapat mengusir roh jahat. Min Jeong sebenarnya tidak memercayai takhayul tersebut, tetapi demi sopan santun, ia menerima bel angin tersebut.

Esoknya, Min Jeong bermaksud menggantung bel angin tersebut di gazebo rumahnya. Min Jeong, yang belum pernah memaku, terluka karena salah mengetukkan palu, ketukannya meleset ke jarinya. Darah Min Jeong menetes pada bel angin. Tiba-tiba saja bel angin itu bergerak dan menyenggol tangga yang dipakai Min Jeong. Min Jeong kehilangan keseimbangan dan nyaris terjatuh. Tepat saat itu, suatu sosok menangkapnya. Alih-alih berterima kasih, Min Jeong justru pingsan melihat sosok yang menolongnya.

Sosok itu adalah dokkaebi, roh yang muncul dari benda mati. Agar tidak membuat Min Jeong takut, dokkaebi berubah menjadi manusia. Bi, nama dokkaebi itu, mengatakan ingin membalaskan dendam kepada Hyuk, sahabat Min Jeong, karena sudah mengkhianati dan mengurungnya di dalam bel angin. Bi mengatakan Hyuk adalah orang yang sama dengan Lee Gyeon, orang yang membuatnya terkurung di dalam bel angin selama empat ratus tahun.

Untuk mencegah Bi balas dendam kepada Hyuk, Min Jeong mengizinkan Bi tinggal di rumahnya. Min Jeong juga menghindari kontak dengan Hyuk agar Bi tidak mengetahui keberadaan Hyuk.

Walaupun berniat balas dendam, Bi bukan sosok yang jahat. Bi sebenarnya menyenangkan. Dia sangat suka bersenang-senang. Bi juga membuat Min Jeong, yang telah lama tidak berbicara dengan ayahnya, berbicara lagi dengan ayahnya. Bi juga senang jahil kepada Min Jeong.

Ketika kepercayaan Min Jeong bahwa Bi sebenarnya tidak jahat muncul, Hyuk justru muncul sebagai sosok yang bersalah. Ia mengkhianati kepercayaan Min Jeong.

"Taruhan! Dia itu sama seperti Gyeon. Suatu saat kau akan tahu dan kau juga akan merasa sangat dendam sepertiku." Bi to Min Jeong.

* * *
Ketika saya melihat cover novel ini, kesan yang saya dapatkan adalah manis dan lambat. Ketika itu, saya masih belum mengetahui apa arti Bi. Setelah membaca sinopsis di bagian belakang buku, saya nyaris melongo. Dokkaebi? Apa itu? 

Satu pikiran yang langsung terlintas di pikiran saya adalah "It's different." Sinopsis buku ini  langsung menggambarkan bahwa buku ini bergenre fantasi dan bukan jenis novel yang saya katakan lambat alias melow. 

Novel ini padat cerita, konfliknya cukup banyak. Konflik-konflik itu menjadi bumbu bagi novel ini. Konflik-konflik itu menguatkan karakter Min Jeong dan Bi. Min Jeong yang semakin pusing dengan hidupnya sendiri dan Bi yang selalu melibatkan diri pada setiap konflik. 

Pembalasan dendam biasanya membuat suatu novel menjadi suram. Karakter Bi justru menjadikan novel ini berbalik seratus delapan puluh derajat dari kesan tersebut. Pembawaan Bi yang ceria dan bersahabat membuat novel ini mampu membuat saya tertawa sendiri beberapa kali. Novel ini benar-benar perwujudan dari salah satu fungsi membaca novel, yaitu menghibur.

Selesai membaca novel ini, saya pikiran kekanak-kanakan saya muncul. Saya ingin punya dokkaebi. Mungkin wujud makhluk itu menyeramkan, tapi setelah berubah wujud, saya mungkin bisa memamerkan diri sedang berfoto bersama artis-Korea-yang-tiba-tiba-datang-ke-Indonesia. :P
Walaupun sosok aslinya menyeramkan, makhluk ini sebenarnya baik dan hobinya adalah bersenang-senang, bukan bersenang-senang di atas penderitaan orang lain tentunya.

Saya mengacungkan dua jempol untuk penulis karena dapat menghadirkan detail hal-hal mengenai Korea yang tidak terlalu terkenal (mungkin saya yang belum kenal. ^^v) dan segala hal mengenai dokkaebi yang sangat sedikit berhasil saya temukan di Google.

Novel ini saya rekomendasikan untuk pembaca yang menyukai fantasi dan novel ringan.


Rating:

Ini gambar kenapa ga bisa dibalik?? -_-a

3 komentar:

  1. Kayaknya novel ini keren banget! :D karena reviewnya jadi penasaran...

    Oh iya, saran aja nih ya.. mungkin kakak bisa nambahin image yang berkaitan dengan isi novel ini sehingga yang baca review ini bisa lebih penasaran lagi. Thanks :)

    Dias Shinta,

    BalasHapus
  2. :D ketularan berpikir anak-anak.. aku rasanya, pengen punya Bi juga.. #langsung nyari ke google juga tentang dokkaebi

    BalasHapus